MERAIH INDAH-NYA NIKMAT ILAHI
Dengan Tawadhu
Alangkah nestapa jalan dalam kegelapan. Bagai dalam lorong gua yang gulita. Setiap langkah penuh ketakutan dan keraguan. Kepala terluka terbentur, badan tergesek kaki terpeleset. Dari waktu ke waktu hanyalah kecemasan. Sungguh beruntung bagi orang-orang yang jalan di tengah terang-benderangnya cahaya. Setiap langkah begitu mantab. Setiap duri mudah dihindari. Setiap yang berbahaya mudah dijauhi.
Cahaya menumbuhkan keteguhan. Cahaya bisa menikmati setiap langkah. Cahaya bisa menghindari kemudaratan. Dialah cahaya dari Dia yang Maha Memberi Petunjuk. Hidayah adalah cahaya yang akan membuat hidup ini tampak terang-benderang. Kian mantab menjalani hidup. Kian indah menjalani hidup. Berbahagialah yang selalu rindu akan hidayah. Berbahagialah bagi yang diselimuti hidayah Allah SWT.
Sesungguhnya desah nafas telah terhitung. Jumlah detik telah ditetapkan. Kian hari sisa nafas kian berkurang. Detikpun kian habis. Sebodoh-bodoh diantara manusia adalah manusia yang diberi modal dan modalnya dihamburkan sia-sia. Sebodoh-bodoh manusia adalah yang diberi nafas dan nafasnya untuk sia-sia. Diberi waktu dan waktu terhambur sia-sia. Demi Allah kian hari kian dekat dengan saat perpisahan. Namun perhitungan akan teramat berat. Hisab akan menjadi nyata. Saudaraku jangan pernah biarkan nafas tersia, waktu tersia, Allah lah setiap nafas dan detik yang kita tuju.
BERHIAS DIRI DENGAN TAWADHU
Tawadhu adalah salah satu akhlaq mulia yang menggambarkan keagungan jiwa, kebersihan hati dan ketinggian derajat pemiliknya.
ALLAH SWT berfirman:
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu. Yaitu orang-orang beriman”. (QS. Asyu’aro’:215)
Macam-macam Tawadhu
Wahai Sahabat pembaca, Tawadhu ada 2 macam:
1. Tawadhu Terpuji
Yakni tawadhunya seseorang kepada Allah SWT dan melenyapkan kesombongan kepada orang lain. Seseorang belum bisa di katakan Tawadhu apabila ia telah melenyapkan kesombongan pada dirinya.
Kesombongan memang sifat yang sangat tercela, bahkan Allah telah berfirman:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan jangankah kanu di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (QS. Luqman : 18)
Maka dari itu, wahai sahabat pembaca jangan lah sesekali kita menbanggakan diri yang takutnya bangga saat itu berubah menjadi sifat hina yakni sombong.
- Tawadhu Tercela
Yakni Tawadhu kepada orang yang memiliki kekayaan, rela merendahkan dirinya di hadapan orang yang punya tahta. Semata-mata mengharap akan harta tersebut. Ini adalah tawadhu yang sangat terlarang. Dan tawadhu ini dapat di katakan tawadhu terhadap orang lain.
Kiat-kiat Memperoleh Ketawaduan
Sifat Tawadhu tidak dapat di harapkan bahkan tidak dapat di peroleh secara seponlan, tapi harus di upayakan secara bertahap dan berkesinambungan.
- Mengenal ALLAh SWT
- Mmikirkan tentang asal muasal manusia
- Mengenal aib diri atau sadar akan kekurangan diri
Bentuk-bentuk Tawadhu
1. Tawadhu kepada ALLAH
Seorang diri merendahkan diri dihadapan Allah, tidak sombong serta ria dihadapan-Nya.
2. Tawadhu dalam agama
Tawadhu ini bisa kita upayakan dengan tidak menentang Al-Qur’an dan as-sunah.
ALLAH SWT SEBAGAI TUJUAN DI SETIAP WAKTU
Assalam. Wr Wb, , , , , ,
Kayanya udah jadi kesepakatan umum kalo cinta itu bisa membuat hidup lebih hidup. Karena cinta konon kabarnya mengandung segala perasaan indah tentang kebahagian (happiness), Menyenangkan (comfort), kepercayaan (trust), persahabatan (friendship), dan kasih sayang (affection).
Cinta adalah sesuatu yang dapat mengubah segalanya sehingga terlihat indah. Jalaludin Rumi pernah bersyair: “Karena cinta, duri menjadi mawar, Karena cinta, Cuka menjelma anggur segar”. Itu sebabnya, nngak usah heran kalo naluri mencintai akan mendorong manusia untuk menemui keinginan cintanya itu. Orang yang jatuh cinta akan melakukan apa saja untuk menarik perhatian orang yang ia cintai (itu karna terlihat indah kali yea!!!).
Kalo udah cinta, maaf nih, tahi kucing juga rasa coklat (idih itu sich indera perasanya dah error kali ya!!!). ehm,, tapi nggak salah juga sih, karena cinta sering kali buta, melihat si dia terasa nyaman. Tapi kalo VJM alias Virus Merah Jambu udah menginfeksi hati kita, perasaannya kok inget terus sama si dia, pengennya ketemu terus walau nggak nyapa satu kata pun, rindu terus, sehari nggak kirim SMS aja rasanya sakauw berat, pokoknya meski jauh jaraknya bukan halangan untuk berkomunikasi. Ehmm, , , , untuk mengambarkan itu seorang hati berkata: “ walau jarak kita bagai Matahari dan Neptunus saat aphelium/amplitudo gelombang hatiku berinterfensi dengan hatinya”. Huhuy,,,,
Cinta bisa juga nggak pandang bulu (karena yang bener mungkin pandang tak jemu kali ye). Ehm, , tak pandang bulu bisa berarti kita mencintai siapa saj, dan dari kalangan mana saja. Nggak pilih-pilih, semua berhak mendapatkan cinta, karena itu Mengertilah perasaan orang yang menyayangimu. Namun jangan salah, meski cinta tak pandang bulu, tapi bukan berarti kita di butakan oleh cinta. Iya donk kalo bayang si dia terlanjur lekat di hati, biasanya segala kesalahan dan kekurangannya cenderung kita abaikan, dia serasa super sempurna. Waduh, berbahaya banget tuh. Padahal kata ibnu mss’ud ra, “Apabila kamu merasa kagum dengan seorang wanita, ingatlah kejelekan-kejelekannya”.
Duh, , , kejam amat ya? Ah, tapi nggak juga, karena manusia seringkali berubah-ubah dengan sifatnya. Itu harus kita sadari juga. Bukan tak mungkin kan suatu saat orang yang kita cintai karena kita kagum pada kepandaiannya, karena kesholehannya, dan juga perangai baiknya yang baik, suatu saat akan terbalik 180 derajat. Jadi, nggak usah rela di butakan cinta. Artinya, sikapi aja dengan wajar sisi-sisi kemanusiaannya yang laen selain sisi yang membuatmu kagum setengah hidup. Intinya “Ulah kagila-gila teuing, Istigfar”.
Sahabat pembaca, paparan diatas sebagai fakta aja, bahwa energi cinta itu bisa membuat penderitaan, berbunga-bunga kesenangan, bahkan sering tanpa bisa membedakan mana cinta dan mana keinginan. Gaswat kan? Nah, sekarang coba kita bandingkan kecintaan kita kepada Allah swt, Sang Pemilik Cinta. Jika memang sama-sama cinta, harusnya kecintaan kita kepada Allah pun akan mirip gejalanya dengan cinta kita kepada sesama makhluk-Nya. Meski tentu saja, mencintai Allah jauh lebih besar manfaat dan pahalanya. Karena Allah adalah pemilik cinta sejati, dan sekaligus Pemberi Cinta kepada kita-kita sebagai makhlukNya yang haus cinta dan kasih sayang.
Bahkan Allah sudah memberi sinyal kuat kepada kita dalam sebuah hadist qudsy: “Kalau HambaKu bejalan, mendekat sejengkal, Kusambut ia dengan sehasta. Kalau ia mendekat sehasta, Kusambut ia dengan sedepa. Kalau hambaKu datang padaKu berjalan, Kusambut ia dengan berlari”. Duh, , , betapa begitu besar cinta Allah kepada kita, hambaNya. Tidakkah ini membuat cinta kita lebih besar lagi kepada Allah Swt,? Hmm,,, rasanya kita perlu berlari untuk mendekat kepadaNya di bulan Ramadhan ini. Subhanallah.
Bagaimanakah mencari perhatian Allah,,,,??
Kalo dengan sang inceran kita biasa nyari-nyari perhatian (carmuk), bisa curi pandang kalo kebetulan si dia ada di kelas, kenapa dengan Allah nggak bisa? Kalo dengan si dia yang udah mencairkan dingin es yang selama ini kita bangun, kita bisa begitu getol menjaga penampilan agar ia tetap merasa betah melihat kita, kenapa dengan Allah tidak bisa? Ah,, rasanya nggak adil deh kalo njomplang begitu.
Memang sich Allah Mahatahu apa yang kita lakuin, nggak perlu mencuri perhatianNya pun Allah tahu apa yang kita maksud. Ini sekedar ungkapan hati aja kalo kita pun bisa membuat Allah bahagia dengan apa yang kita perbuat. Aktivitas mulia penuh pahala dan taat syariatNya, udah cukup menarik perhatian Allah kepada kita untuk lebih sayang dan cinta kepada kita.
Sahabat pembaca,,,kalo mau jujur, kita jarang banget mencuri perhatian Allah. Kalo benar kita cinta Allah seharusnya kita sering mencuri perhatianNya agar Dia suka kepada kita. Sebagaimana kita sering CPCP alias Curi Pandang Cari Perhatian dengan seseorang yang kita cintai abis-abisan. Harapannya, tentu ketika beradu pandang atau ketika dia melihat penampilan dari pesona yang kita miliki bisa jatuh hati. Ya, ibarat memasang ranjau deh. Ehm, ati-ati aja kena batunya.
Oya, pernah nggak Antum PDKT alias pendekatan sama seseorang yamg mampu melelehkan hatimu? Hmm,,deg-degan juga kan?? Khawatir PDKT kita nngak sempurna dan gagal mencuri perhatian, segala daya dan upaya kita jajal, sambil berharap si Dia memberikan sejuta harapan kepada kita. Asyik juga ya!!!?
Nah, bagaimana jika kita PDKT juga kepada Allah Swt? Rasa-rasanya pasti lebih seru. Bener lho, orang yang melakukan PDKT jelas, karena ad yang diharapkan dari yang sedang didekati. Kita bisa coba deketan sama orang yang kita sayang, karena kita udah kadang jatuh cinta karena pesonanya. Jadi! Cinta juga memang memerlukan sebab,? Kenapa jatuh cinta?
Sebaliknya, kalo cinta itu lenyap, maka kita nggak bakalan lagi jatuh cinta. Ibnu Qayyim Menuliskan sebuah kaidah sederhana dalam kitab cinta yang sangat populer, Raudhah al-Musytaqin, “Cinta akan lenyap dengan lenyapnya”.
Sahabat pembaca,,coba tanyakan dalam hati sahabat sekarang? Apakah ada sebab untuk mencintai Allah, srhingga kita perlu mencari perhatianNya?? Ehm,,alasannya tentu ada donk. Orang kepada mahlukNYa aja kita bisa jatuh hati naudzubilah dan cinta setengah mati hanya dengan melihat pesona yang di milikinya, dan itu pun karena bentuk fisik yang membuatmu jatuh cinta. Bener nggak she??
Sahabat! Allah punya begitu banyak pesona yang ia tunjukan dapat kita, kenapa kita nggak bisa mencintai Allah hidup dan mati?? Perlu kita akui Allah banyak pesona yang layak kita kagumi dan membuat kita harus lebih mencintaiNya. Alasan sederhananya, Allah adalah pencipta semesta alam dan seluruh isinya, termasuk kita. Hmm,, sangat elok tentunya kalo kita mencintaiNya. Bukan apa-apa, kalo kita sering kagum dan jatuh cita dengan seseorang yang cerdas, maka Allah lebih harus kita kagumi dan cintai karena dia yang menganugrahkan kecerdasan kepada orang yang kita anggap cerdas. Begitupun kalo kita mengagumi seseorang yang mempunyai wajah yang menggetarkan nurani kita, maka seharusnya kita berpkir lebih jauh, bahwa Allah layak lebih kita cintai karena Dia telah menciptakan orang yang kita anggap punya wajah yang enak di pandang mata itu.
Sabahat pembaca,,,
Apakah kita telah menjalankan semua perintah Allah,,?
Apakah kita telah menjauhi semua larangan Allah,,?
Sudah kah kita menyakini dalam hati LAAILAHAILLALLAH,,?
Sudah benarkah kita Shalat dan beramal sesuai dengan apa yang di wahyukan pada Rasulullah,,?
Sudah ikhlaskah kita beramal, melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi laranganNYa?
Seberapa besar keikhlasan kita..?
Mulai sekarang mari kita sama-sama menuju perubahan dan menjadikan satu tujuan hanya Allah di setiap waktu, kita cari ridho dan ampunanNya, kita coba mencari perhatianNya dan menjadi kekesih Allah yang terus ikhlas dan taat dalam menjalankan perintahNya. Karena hanya padaNYa tempat kita mengadu dan mengeluh dalam doa. Nafas adalah dzikir, ucapan adalah salawat mari kita setting niat, upgrade iman, downlod sabar, dan delete dosa.
Wassalam, , , , Wr Wb
Assalamua’laikum Warohmatullahi Wabarokatuhu
Salam Cinta Semuanya
Terus Hidup Terus Berkarya!!
AUTOBIOGRAFI
Alhamdulillah teu rengse-rengsena kuring kecapkeun Ka Gusti Allah SWT sinareng seja tumut Dawuh Rosul, nohonan panggilan ti Gusti Nu Maha Suci, bari teu kendat nuhunkeun asih sareng rahmatna Gusti.
Alhamdulillah Kuring lahir dina wengi purnama kaping 14 April 1996 dinten Minggu tabuh 01.00 wengi waktos pakulonan. Ayeuna Kuring ngadepa di Desa Ciawi.
Nami Lengkap : TOFANZ APRIANZ
Sebatan Akrab :FHANZ
Kaserep : NGABACA BUKU ( COMIC)
Patokan Hirup : “Terus Hidup Terus Berkarya”
Riwayat Sakola : Ti RA Tarbiatul Islamyah, SD 1 Ciawigebang, jeung ayeuna kuring sakola d SMP N 1 Ciawigebang
Buku Nu Di Pikaresep : Harry Poter, Naruto Shippuden
Warna nu di piresep : bodas,beuruem,hideung,sareng biru
Sorotan ngenaan hirup : Kahirupan mangrupa hiji kahirupan anu loba patalina jeung kabungahan samentara anu moal aya anggesna. Hirup ngan ukur alat anu keur nganter urang ka ujung jalan anu abadi jeung pasti.
Papatah : Arahkeun kahirupan urang kanu manfaat, pikir naon nu ku urang lakukeun jeung rek ku urang lakukeun.
Hapunteun Bilih Tres ngagaduhan ucap, kalakuan anu di lakonan anu kadang teu ka scan tina hardisk anu di gaduhan
PERJALANAN HIDUP YANG TERINDAH
Alhamdulillah,,,,,,
Dalam perjalana hidup dengan tandanan-tandanan ujian yang tiada henti Ku terus melangkah mendayuh sampanku hingga Ku keluar dalam ricuhnya masalah. Hal yang terindah dan terbaik bagi Ku, saat Ku ada dalam riungan keluarga serta bahagia canda tawa sahabat-sahabat sejatiku. ORGANISASI, salah satu yang membuatku kini berdiri, organisasi memberikan Ku double keuntungan. Baik dalam teori maupun praktek, orang yang berorganisasi lebih beruntung dibanding orang yang hanya menenteng buku di dadanya.
PASKIBRA adalah salah satu organisasi yang kini ku naungi, dalam PASKIBRA Ku temukan hal-hal yang baru dan itu hal yang terindah dan terbaik. Dengan PASKIBRA Ku bisa banggakan orang tuaku dan orang-orang di sekelilingku, dan 1 dari puluhan yang sangat berguna dan membanggakan bagiku itu adalah ini, saat ini Ku bisa mengembangkam blogspotku berkat kakak amoeng ku yang sekarang duduk di bangku SMA. Dan hal yang membanggakan orang tua Ku kini aku dapat aktif dalam segala kegiatan.
Dalam kegiatan-kegiatan PASKIBRA di SMP N 1 Ciawigebang banyak hal-hal yang sangat begitu mujarab, dalam melatih fisik, mental hingga logika.
PASKIBRA SMP N 1 Ciawigebang angkatan 09 begitu sangat mengasyikan walau terkadang masih terbawa ego masing-masing
SEJUTA PENGALAMAN YANG KINI TERSISA
Alhamdulillah,,,,,
Sejuta pengalaman yang Ku dapat tidak lepas dalam peranan organisasi, awal pengalaman dalam organisasi yakni pelantikan Wapalu, Cacapas, Capas, pelantikan Basis di Pendopo Kuningan, BPSB di GOR Ewangga, lomba LKBB se-Kab Kuningan juara III dan Harapan II, pokoknya sejuta pengalaman dan ilmu hampir semua Ku dapatkan dalam organisasi PASKIBRA. Dan berkat PASKIBRA kini Ku dapat menjadi pejabat teras dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah.
PERJALANAN DALAM KENANGAN
Dalam perjalanan hidup banyak hal-hal yang sangat mengesankan, namun ada pula hal yang berbanding terbalik. Banyak kesenangan ku dapat dengan sahabat, namun yang ku sayangkan sampai saat ini ku belum menemukan sahabat sejati, sahabat yang benat-benar mengerti arti sahabat. Walau sampai saat ini belum ada sahabat sejati, tapi kini ku terus mencoba agar ku bisa jadi sahabat sejati. Namun kadang ku merasa “apa ku pantas menjadi sahabat sejati?”
Sebuah Kata Bermakna "Maaf"
MAAF begitu mudah diucapkan
Tapi belum tentu dimengerti maknanya, esensinya.
"Kalau anda bersalah, mintalah maaf', dan jangan mengulangi lagi perbuatan salah yang sama."
Begitu seharusnya, jika anda mengerti akan makna sebuah maaf.
Dulu,
Tak mudah kata "maaf", dan juga "terimakasih", ini terucap, olehku. Tak tahu juga kenapa.
Mungkin karena gengsi, atau... mungkin karena adanya bawah kesadaran yang menyadari akan besar dan beratnya esensi kata - kata ini.
Tak mudah untuk mengucapkan kata maaf', kecuali dari hati, dengan sebuah 'janji' yang tak terucap untuk tak mengulangi lagi.
Bahkan rela untuk mengganti kata 'maaf' itu, dengan sesuatu yang lain, sebagai tanda keseriusan,
dan pengertian bahwa sebenarnya kata itu belum cukup untuk meminta maaf yang sebenarnya.
Akhir-akhir ini,
Sudah mulai berubah. Ku sudah mulai mudah mengucapkan kata 'maaf'.
Sebuah kemajuan ???
Mulai sering sebuah kata 'maaf' terucap dengan beriringnya waktu.
Tapi perbuatan yang sama masih juga terulang.
Sebenarnya saya mengerti esensi kata itu,
tapi...
selalu ada yang menyebabkan akhirnya terjatuh dan mengulangi perbuatan yang salah itu.
Haruskah 'maaf' terucap lagi ?
Untuk kesekian kalinya.
Saya takut, 'maaf' 'memaafkan' ini hanya akan menjadi sebuah rutinitas tanpa makna.
Saya takut, 'maaf' 'memaafkan' ini hanya akan membuat hati menjadi bebal akan esensi kata 'maaf' yang seharusnya tidak seringan mengucapkannya.
Yang parah, kalo hati akhirnya menjadi bebal; Takut akan merusak bagian2 hati yang lainnya.
Takut hati ini tak lagi peka, mengeras, berkarat. Takut sungguh takut,...
Mana yang harus dikorbankan?
Kemurnian hati, ataukah sekedar formalitas untuk membuat keadaan menjadi 'terlihat' baik-baik saja?
Jika masih tetap begini, mungkin harus mengorbankan salah satu...
Tapi masih tak rela untuk mengorbankan hatiku...
Haruskah Ku korbankan hatiku???
MAAF, kata yang terdiri dari 4 huruf ini adalah kata yang sangat manjur apabila kita sedang tersandung masalah. Kata inilah yang sebenarnya yang bisa menghapus semua dendam, permusuhan, kesalah pahaman, kerenggangan hubungan, rasa tidak percaya, dan apapun yang berhubungan dengan masalah hati. Apalagi apabila kata itu diucapkan dengan perasaan tulus ikhlas tanpa berharap apapun.Sayangnya masih ada juga beberapa pihak yang masih enggan untuk mengucapkan kata simpel ini, bahkan cenderung untuk mengucapkan banyak kata dan kalimat yang nggak perlu, dan akhirnya malah akan memperkeruh suasana. Apa memang lebih suka dengan kata dan kalimat yang banyak serta mendayu-dayu dibandingkan dengan kata maaf yang diucapkan dengan kesungguhan?
Meminta maaf adalah suatu perbuatan yang sungguh sangat membutuhkan keberanian dan kemauan yang tinggi. Meskipun kata "maaf" hanya terdiri dari 4 huruf saja, namun dalam pengucapannya tidak semudah dalam penulisannya. Rasanya mulai dari sekarang harus belajar mengucapkan kata “MAAF”, tidak hanya menuliskannya saja.
Satu lagi… Saat kita sudah berani untuk mengucapkan kata “MAAF”, jangan terlalu berharap untuk langsung diberikan “MAAF” oleh yang diminta. Karena kita berada dalam posisi peminta, jadi terserah yang diminta, apakah dia mau memberikan maafnya kepada kita apa enggak. Dan jangan marah apabila kita memang belum saatnya diberikan maaf. Dan ingat tidak ada kata terlambat untuk mengecap kata maaf. MAAFKAN AKU WAHAI SAHABAT,,,,,
Ku mengecap dalam lisan diiringi ketulusan serta keikhlasan dalam hati, apabila selama langkah awal yang telah di jalani menoreh luka yang tak sengaja entah lisan yang terucap bahkan tandan laku yang tak terjaga oleh rasa.
INDAH-NYA NIKMAT ILAHI
Alangkah nestapa jalan dalam kegelapan. Bagai dalam lorong gua yang gulita. Setiap langkah penuh ketakutan dan keraguan. Kepala terluka terbentur, badan tergesek kaki terpeleset. Dari waktu ke waktu hanyalah kecemasan. Sungguh beruntung bagi orang-orang yang jalan di tengah terang-benderangnya cahaya. Setiap langkah begitu mantab. Setiap duri mudah dihindari. Setiap yang berbahaya mudah dijauhi.
Cahaya menumbuhkan keteguhan. Cahaya bisa menikmati setiap langkah. Cahaya bisa menghindari kemudaratan. Dialah cahaya dari Dia yang Maha Memberi Petunjuk. Hidayah adalah cahaya yang akan membuat hidup ini tampak terang-benderang. Kian mantab menjalani hidup. Kian indah menjalani hidup. Berbahagialah yang selalu rindu akan hidayah. Berbahagialah bagi yang diselimuti hidayah Allah SWT.
Sesungguhnya desah nafas telah terhitung. Jumlah detik telah ditetapkan. Kian hari sisa nafas kian berkurang. Detikpun kian habis. Sebodoh-bodoh diantara manusia adalah manusia yang diberi modal dan modalnya dihamburkan sia-sia. Sebodoh-bodoh manusia adalah yang diberi nafas dan nafasnya untuk sia-sia. Diberi waktu dan waktu terhambur sia-sia. Demi Allah kian hari kian dekat dengan saat perpisahan. Namun perhitungan akan teramat berat. Hisab akan menjadi nyata. Saudaraku jangan pernah biarkan nafas tersia, waktu tersia, Allah lah setiap nafas dan detik yang kita tuju.
PANORAMA (subhanallah)
Tiada yang bisa kita kecap selain Puji Syukur pada Sang Maha Gusti, karena hanya Dia yang bisa membuat kita terpesona akan cinta dan anugrah-Nya.
h mitos setempat memiliki nilai2 supranatural. NILIK
OBJEK WISATA KUNINGAN
Kabupaten Kuningan Propinsi Jawa Barat mempunyai luas wilayah 117.857,55 hektar, yang terbagi dalam 361 desa serta 15 kelurahan. Jumlah penduduknya sebanyak 1.061.291 jiwa. Kabupaten Kuningan terletak di kaki Gunung Ciremai, sebelah utara berbatasan dengan kabupaten Cirebon, sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Brebes Propinsi Jawa Tengah, sebelah selatan dengan kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah dan kabupaten Ciamis, serta sebelah barat dengan kabupaten Majalengka.
Daerah kabupaten Kuningan terdiri atas: perbukitan, lereng, lembah, daratan yang indah, berudara sejuk dengan temperatur 18-30 derajat celcius, kaya dengan objek dan daya tarik wisata yang alami dan menyegarkan (Natural and Fresh Tourism Objects), serta didukung oleh kesenian daerah yang beraneka ragam (Various Unique Traditional Art).
Sebagai salah satu kabupaten di Jawa Barat yang mundel dan onjoy dengan objek wisatanya, kabupaten Kuningan telah memiliki visi dibidang kepariwisataan: Sektor Pariwisata menjadi andalan Perekonomian Daerah Berdasarkan Sumber Daya Alam dan Budaya yang lestari dan agamis Tahun 2008. Misi pertamanya adalah: Menjadikan Kabupaten Kuningan sebagai Daerah Tujuan Wisata Regional Jawa Barat.
Kabupaten Kuningan memiliki 18 objek wisata, tersebar dibeberapa desa, yang terdiri dari wisata budaya, alam, olah raga, agama dan lain-lain. Salah satu diantaranya adalah situs purbakala Cipari yang terletak di kelurahan Cipari kecamatan Cigugur. Jarak dari Kuningan 4,7 km.
Situs ini diketemukan tahun 1972, berupa kuburan batu. Diketemukan pula perkakas batu, grabah, perunggu, bekas-bekas pondasi bangunan dan bangunan batu besar yang disebut Meganit. Hasil penelitian menunjukkan situs Cipari mengalami dua kali pemukiman pada akhir neolitik berkisar antara tahun 1000 SM (Sebelum Masehi) sampai dengan 500 M (Masehi). Pada waktu itu masyarakat sudah mengenal organisasi dan pemujaan terhadap nenek moyang.
Objek wisata lain adalah Puncak Gunung Ciremai yang memiliki pemandangan indah. Ini merupakan salah satu objek wisata alam yang kini banyak dikunjungi wisatawan terutama wisatawan domestic (wisdom) atau local, yaitu anak-anak muda maupun anak-anak sekolah pada waktu liburan panjang. Pendakian ke Gunung Ciremai dilakukan melalui 2 jalur pendakian yaitu: Pertama dari arah Linggarjati. Kedua dari arah curug Ciputri daerah Palintungan Kuningan. Sungguh suatu panorama pemandangan alam yang menakjubkan bila kita lihat dari puncak Gunung Ceremai.
Melewati pedesaan Linggarjati kita bisa singgah di gedung bersejarah “Gedung Perundingan Linggarjati” yang merupakan monumen saksi hidup akan perjoangan bangsa Indonesia. Bangunan ini terletak di desa Linggarjati Kecamatan Cilimus di kaki gunung Ciremai bagian tenggara. Jarak dari kota Kuningan kurang lebih 14 km daerah utara. Atau 26 km dari kota Cirebon kearah selatan.
Tanggal 11 s/d 15 November 1946 gedung Linggarjati pernah digunakan sebagai tempat perundingan antara pemerintah Indonesia dengan Belanda yang diwakili oleh Dr Van Boer. Sedangkan dari pihak Indonesia diwakili oleh PM. Sultan Syahrier dengan anggota A.K.Ghani Soesanto Tirtodiprodjo dan Mr. Mohammad Roem. Sebagai penengahnya adalah Lord Killearn dari kerajaan Inggris. Dengan demikian, Linggarjati adalah objek wisata sejarah yang tidak bisa kita lewatkan begitu saja apabila kita berkunjung ke kabupaten Kuningan.
Objek wisata lain adalah Agrowisata atau Wisata Pertanian, yaitu panorama pemandangan persawahan dan perbukitan yang indah, serta diselingi kelompokan rumah-rumah tradisional petani dipedesaan yang cukup mempesona dan unik. Tentunya terutama bagi wisatawan mancanegara (wisman). Saya kira tidak akan kalah dengan Agrowisata sawah di Thayland, maupun objek wisata alam Niagara Fall dan Grand Caynon di AS.
Demikian pula industri-industri tradisional yang mengolah beberapa produk petanian (selain padi) yang terkenl dari Kuningan antara lain Tape beras ketan (peuyeum) Cijoho, bawang goreng Garawangi, tepung ubi jalar (boled), serta Jeniper singkatan dari Jeruk Nipis Peras, minuman segar khas kabupaten Kuningan. Semua olahan produk pertanian tersebut, diberitakan telah benar-benar go public bahkan go international, diekspor ke luar negeri.
Beberapa contoh objek wisata diatas, hanyalah sebahagian saja dari 18 objek wisata yang berada di kabupaten Kuningan. Kiranya kabupaten Kuningan memiliki banyak objek wisata yang cukup menarik dan potensial untuk dipasarkan. Sayang sekali, objek-objek wisata di kabupaten Kuningan belum tertata dan dikembangkan secara baik yang memiliki standar kepariwisataan. Jumlahnyapun masih belum pasti. Informasi dari Disbudpar Jabar, kabupaten Kuningan memiliki 11 objek wisata. Padahal ternyata memiliki lebih dari 18 objek wisata.
Sama halnya dengan kabupaten lain di Jawa Barat, dalam membina dan mengembangkan kepariwisataan, kabupaten Kuningan memang menghadapi berbagai kendala, antara lain: kurangnya anggaran baik untuk penggalian, renovasi, pemeliharaan serta honor petugas yang memang sangat minim. Demikian pula tidak adanya standarisasi ODTW (Objek dan Daya Tarik Wisata), yang merupakan parameter atau ukuran, baik tidaknya suatu objek wisata.
DR Herman Bahar pakar Pariwisata dari STPB, mengakui bahwa memang di Indonesia belum ada standar ODTW, baik di tingkat nasional maupun Propinsi. Sehingga agak sulit untuk menilai apakah sebuah ODTW di suatu Kabupaten sudah standardized ataukah belum. Herman Bahar menyarankan, sebaiknya di tingkat propinsi harus sudah memiliki standar ODTW yang berdasarkan data empiris maupun teoritis. Adanya standardisasi ODTW diharapkan menjadi rambu-rambu bagi pengembangan kepariwisataan di seluruh kabupaten dan Kota di Jawa Barat.
Dari uraian pencermatan objek wisata di kabupaten Kuningan diatas, ada beberapa catatan kecil untuk menjadikan pemikiran kita bersama, antara lain: Pertama, hingga saat ini Indonesia belum berhasil mengembangkan produk-produk pariwisata berskala luas yang diadaptasikan pada permintaan potensial maupun penciptaan citra tujuan beragam pariwisata. Meskipun pariwisata dalam negeri terkadang dipertimbangkan di dalam penetapan kebijakan dan program, tetapi tidak dipertimbangkan di dalam eratnya pariwisata internasional.
Kedua, kondisi manajemen pengembangan pariwisata institusional memiliki kelemahan koordinasi beragam pelaku dan level kualifikasi stafnya. Kelemahan profesionalisme para pejabat pemerintah khususnya tingkat daerah (dekonsentrasi dan desentralisasi) sebagian disebabkan kesukaran mengatasi perubahan pesat industri pariwisata, baik pada level nasional maupun internasional.
Ketiga, berbagai keterbatasan dalam pembangunan dan perencanaan produk wisata masih terjadi disebabkan hubungan pemerintah–swasta secara sinergis belum nampak sepenuhnya. Kemandirian swasta harus dapat terwujud tanpa terpengaruh oleh keutuhan yang bersifat unity.
Mandi bersama Ikan Dewa, Kuningan
Kuningan is the old mountain resort. Hot water pool and old fashion swimming pool. The uniqueness of this pool is swimming among the fish. The water is really clean as it come from the natural fountain. The fish preserve as the local mithology that disturbing the fish would cause a curse.
Kuningan, di saat langit cerah, pemandangan indah dgn latar belakang gunung yang menjulang tinggi. Terletak di belahan baratdaya kaki Gunung Ciremai Jawa Barat. Gunung api tsb. sudah 56 tahun istirahat dalam status aktif normal. Setiap tahunnya tak pernah kurang dikunjungi puluhan ribu pendaki.
Di wilayah Kecamatan Cilimus, wisatawan bisa melepas lelah di objek wisata Sangkanurip Alami, sebuah tempat rekreasi dengan pemandian air panas alami beryodium. Di sekitarnya juga tersedia hotel yang di setiap kamarnya difasilitasi air panas . Di Grage Sangkan dan Tirta Sanita, kawasan Sangkanurip, terdapat fasilitas untuk terapi kebugaran Sante Par Aqua.
Masih di sekitar kaki Ciremai, wisatawan dapat menyaksikan kolam-kolam berisi ikan kancra bodas. Jenis ikan langka yang disebut-sebut sebagai ikan keramat atau ikan dewa . Ikan2 tsb. terdapat di kolam renang Cibulan, kolam renang Cigugur, dan di objek wisata Balong Keramat Darmaloka. Ketiga lokasi wisata itu sangat mudah dicapai dan sangat berdekatan dengan lintasan jalan raya Cirebon-Ciamis.
Khusus Cibulan kita berenang bersama ikan2 besar yg jinak di kolam renang alam yg airnya sangat jernih sejernih aqua. Sungguh keunikan ini tidak ditemui ditempat lain. Anak2 pasti senang mendapatakan pengalaman baru disini- mandi bersama ikan.
Dan Masih ditempat yg sama, ada 7 mata air yg diyakini oleh masyarakat setempat.



